Jaga Stabilitas Harga Gabah, Kementan RI Minta PT Pertani Optimalkan Program Serap Gabah Petani

Pemerintah terus mendorong penyerapan gabah pada saat panen raya dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga baik di tingkat konsumen maupun produsen.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi mengatakan, selain penyerapan gabah oleh Bulog dengan skema PSO (Public Service Obligation), pihaknya juga mendorong penyerapan gabah komersil melalui kerja sama dengan PT. Pertani.

 “Penyerapan gabah ini untuk mengendalikan harga, karena itu kita dorong PT Pertani menyerap gabah secara komersil dengan harga di atas HPP,” ujar Agung dalam kunjungan kerjanya ke Unit Penggilingan Padi (UPP) PT Pertani, di Sidrap, Sulawesi Selatan, Jumat (9/4).

Pihaknya menargetkan pelaksanaan penyerapan gabah berlangsung hingga Mei 2021 dengan jumlah mencapai 300.000 ton untuk seluruh Indonesia. “Kita harapkan bisa terwujud agar harga di petani terjaga. Karena harga gabah yang jatuh, hari ini Pertani bisa membeli harga di atas HPP,”

Sementara itu, Direktur PT Pertani (Persero) Maryono, menjelaskan pihaknya akan mengambil gabah petani dengan harga yang potensial.

Pihaknya ingin agar harga gabah petani tidak anjlok saat panen raya karena kenyataanya hasil panen gabah petani yang sudah diserap oleh PT Pertani (Persero) berkualitas.

“Sebagai BUMN di bidang pangan, kami ingin hadir di tengah masyarakat, khususnya petani yang intinya tidak boleh dirugikan. Ketika panen raya kita juga mengambil gabah dengan harga komersial. Petani jangan sampai merugi, kita siap untuk offtake menyerap gabah petani,” ujar Maryono.

Lanjut Maryono PT Pertani memiliki 30 kantor cabang pemasaran serta belasan Pabrik Unit Penggilingan Padi yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan begitu diharapkan penyerapan gabah hasil panen petani dapat merata menyerap gabah petani semaksimal mungkin sesuai kemampuan. .

Agung juga mengatakan, selain penyerapan, yang juga penting untuk diperhatikan penyalurannya.

“Selain mendistribusikan ke wilayah-wilayah di dalam negeri, Pak Mentan Syahrul Yasin Limpo juga mendorong agar produksi beras Pertani dan dalam negeri untuk kita ekspor,” ujarnya.

Ditambahkannya, Ekspor juga bertujuan untuk mengendalikan harga gabah. Kalau kita mampu menyerap lebih banyak, tentu kita bisa menyalurkan lebih banyak, dan PT Pertani bisa bekerja sesuai kapasitas optimumnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *