Korporatisasi Pertanian: Pendampingan Hingga Pemberdayaan UMKM Dalam Pengolahan dan Penyaluran Bahan Pangan

Hidupkan Petani dan UMKM, Untuk Indonesia

PT Pertani (Persero) bersama BUMN Klaster Pangan mendorong upaya Pemerintah untuk pencapaian ketahanan pangan yang lebih baik, dengan tujuan membangun model budidaya pangan yang efektif dan efisien melalui korporasi pertanian. Upaya tersebut dijalankan di lahan seluas 1.000Ha yang berada di Sukamandi, Provinsi Jawa Barat untuk memacu produksi pangan melalui program Food Estate Sukamandi. Pemberdayaan petani menjadi prioritas, dengan kata lain petani tidak hanya menjadi tenaga kerja. Fokus yang juga tidak kalah penting yaitu pemberdayaan petani. Pengembangan lahan Corporate Farming 1.000 hektar sebagai model bisnis percontohan lebih diutamakan untuk mensejahterakan petani, dan program serupa dapat diterapkan di daerah lain. Pemberdayaan tersebut dicanangkan dengan harapan petani bisa memanfaatkan teknologi dan sistem digitalisasi pertanian yang efisien, termasuk dalam pemakaian air. BUMN Klaster Pangan juga dapat mengelola energi berbasis biomasa dari jerami atau sekam.

Proses akan digarap keseluruhan dari hulu-hilir. Program Food Estate Sukamandi mengedepankan kemitraan dengan petani dengan jaminan pemasaran hasil produksi melalui pola inti plasma tanaman padi. Di proses hulu, petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (POKTAN), Koperasi Tani, maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bermitra dengan BUMN Klaster Pangan akan memproduksi padi. Hasil panen akan di proses di penggilingan milik BUMN maupun penggilingan yang yang dikelola usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Koperasi Tani. Di proses hilir, BUMN akan menjadi penyerap hasil produksi (offtaker). Hasil produksi juga dipasarkan ke UMKM dan Warung Masyarakat melalui aplikasi “Warung Pangan” milik BGR Logistic yang juga merupakan salah satu anggota BUMN Klaster Pangan.

Target peningkatan produktivitas berkisar 30%, yang mana semula produktivitas lahan dapat menghasilkan 6 Ton Gabah per hektar, diharapkan menjadi 8 – 8,5 Ton Gabah per hektar. Perusahaan Perseroan dalam hal ini memposisikan diri sebagai penyerap hasil produksi. Perusahaan akan membeli seluruh hasil panen (gabah) untuk diolah menjadi beras di pabrik pengolahan atau penggilingan padi milik PT Pertani (Persero). Selain Sang Hyang Seri, Pertani, dan BGR Logistik, ada PT Rajawali Nusantara Indonesia/RNI (Persero), Perum Perikanan Indonesia, PT Berdikari (Persero), PT Garam (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dalam BUMN Klaster Pangan yang dikoordinir oleh RNI.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *