Budidaya Padi

Ketahanan Pangan

Jawa Barat – PT. Pertani (Persero) tengah melangsungkan program budidaya padi, yang mulai dioperasikan sejak minggu pertama Juli 2020. Program Budidaya Padi Sawah PT. Pertani (Persero) dilangsungkan di 3 (tiga) tempat, diantaranya Pacing (Karawang), Sukasari (Pamanukan), Haurgeulis (Indramayu) dengan kadar serta luas lahan yang berbeda-beda. Ketiga lahan tersebut dikondisikan agar siap tanam dan menghasilkan Calon Benih Kering Sawah (CBKS) dengan tingkat produktifitas yang lebih unggul. Benih yang akan diupayakan dalam budidaya ini adalah jenis Padi Inbrida (Inpari 42) dengan keunggulan produktifitas yang tinggi.

Dalam program budidaya ini, PT. Pertani (Persero) bekerjasama dengan PT. Pupuk Kujang terkait analisa lahan dan jenis tanah, guna mengetahui jenis dan kadar yang tepat untuk pemupukan. PT Pupuk Kujang akan melakukan riset untuk mengetahui dosis/jumlah kadar pupuk yang digunakan, serta rekomendasi pupuk yang sesuai untuk digunakan. Dari hasil riset tersebut diperoleh kadar dan jenis pupuk yang sesuai dengan kondisi lahan, yaitu NPK dengan kadar yang sudah dimodifikasi untuk kebutuhan masing-masing lahan. Pupuk yang digunakan yaitu NPK dengan persentase perbandingan 24:6:15 (%). NPK sendiri terdiri dari kandungan Nitrogen (N), Pospor (P2O5), dan Kalium (K2O). Budidaya padi ini merupakan salah satu program untuk meningkatkan kualitas serta ketahanan pangan, yang mana padi merupakan sumber pangan utama masyarakat Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *