Diversifikasi Pangan

Mengupayakan Ketahanan Pangan

PT. Pertani (Persero)

Jakarta – Upaya diversifikasi tanaman pangan menjadi salah satu strategi dalam mengatasi permasalahan dalam kelangsungan dan ketersediaan pangan publik. Pasalnya isu terkait kelangkaan ketersediaan bahan pokok makanan dalam menyambut hari-hari besar dan hari raya keagamaan yang rutin diadakan setiap tahun menjadi polemik tersendiri dalam hal ketersediaan dan harga makanan. Dalam menyambut hari besar keagamaan (sebut: Ieddul Fitri serta Natal dan Tahun Baru) dan momentum rutin lainnya yang dirayakan oleh mayoritas masyarakat Indonesia, akan tetapi menjadi persoalan yang kerap muncul pada saat momentum hari itu tiba, yaitu kelangkaan stok dan kenaikan harga bahan pokok.

Momentum hari besar dan perayaan keagamaan dimana seharusnya masyarakat dapat dengan mudah mendapat kebutuhan pokok mereka, namun satu sisi terjadi lonjakan harga dan kelangkaan dibeberapa titik dan daerah tertentu di wilayah Indonesia. Hal ini kerap muncul akibat kurangnya pengendalian dan antisipasi menyangkut persediaan stok dan penyebarannya. Beberapa titik dan wilayah yang merasakan dampak dari kelangkaan dan kenaikan harga, dengan prediksi terdapat permainan pasar dibalik kemunculan fenomena tersebut. Pemerintah diharapkan dapat mengupayakan peningkatan pengawasan dan persediaan bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat. Dilain hal, pemerintah juga mengimbau kepada msyarakat agar tidak hanya terfokus terhadap salah satu bahan makanan yang memang mengalami kenaikan harga dan kelangkaan persediaan. Upaya pemerintah untuk mengurangi keterbatasan persediaan dan mencari alternatif pangan lain, sebagai pengganti bahan makanan yang sedang mengalami kelangkaan dengan cara diversifikasi pangan. Diversifikasi tidak hanya menjadi alternative dari keterbatasan bahan pangan, namun juga sebagai upaya untuk memperbaiki pola konsumsi masyarakat serta kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsi.

Seperti halnya makanan penghasil Karbohidrat, yang diketahui dominan oleh masyarakat adalah nasi. Padahal banyak alternatif lain selain nasi sebagai pengganti asupan Karbohidrat seperti Jagung, Singkong, Kentang, dan Ubi. Selain mengandung Karbohidrat, bahan makanan tersebut juga mengandung beberapa kelebihan seperti adanya zat antioksidan dan vitamin. Dari segi makanan yang mengandung protein, Kedelai juga dapat menjadi alternatif sebagai pengganti asupan protein dari daging. Kelebihan konsumsi kedelai adalah rendahnya kadar kandungan lemak. Alternatif penghasil protein nabati dari kedelai tersebut menjadi pengganti dari protein hewani yang didapat dari mengkonsumsi daging. Peralihan dari konsumsi makanan hewani kepada makanan nabati selain untuk mencukupi kebuthhan gizi dan keanekaragaman makanan yang dikonsumsi, juga untuk menjaga kesehatan dan kestabilan kondisi tubuh kita.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *