Organik Reborn

Pupuk Organik (Remah dan Granul)

 

Jakarta – PT. Pertani (Persero) merancang program untuk menghidupkan kembai produk pupuknya, yaitu Pupuk Organik Granul dan Remah (POG & POR), serta Procal. Setelah beberapa saat tertunda, kini pupuk organik (Granul dan Remah) kembali diproduksi. Mesin-mesin produksi pupuk (POG dan POR) yang ada akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dari permintaan pupuk. Adapun program kerja terkait pengadaan atau produksi pupuk diantaranya mengaktifkan kembali Unit Produksi Pupuk dan Pestisida (UP3), perbaikan sarana dan prasarana produksi Pupuk Organik di UP3 Kepanjen (Malang), Tanggul (Jember), dan Tayu (Pati), serta dengan melaksanakan internal Quality Control secara berkala untuk menjamin mutu dan kualitas produk yang dihasilkan.

Pemanfaatan sumber daya yang sudah ada, dengan perbaikan-perbaikan mesin yang ada dengan peremajaan alat-alat produksi dilakukan untuk memaksimalkan kualitas produk, Pupuk Organik Remah (serbuk), dan Pupuk Organik Granul (Granul/butiran).

Perbedaan mendasar antara Pupuk Organik Granul dan Pupuk Organik Remah (POG & POR) ada pada bentuk fisiknya, dimana Pupuk Organik granul berbentuk butiran, sedangkan yang remah berbentuk serbuk. Tidak ada perbedaan signifikan antara kedua pupuk organik tersebut, hanya peruntukannya saja yang lebih diutamakan terkait kondisi tanah dan kontur, serta unsur hara yang terkandung didalam tanah yang akan dijadikan media tanam.

Pengadaan Pupuk Organik (POG & POR) sangat dibutuhkan guna mendukung pertanian di Indonesia. Dengan berjalannya produksi pertanian di Indonesia maka langkah menuju Ketahanan Pangan akan berjalan. Kondisi tanah di Indonesia lebih membutuhkan Pupuk Organik, dengan kontur tanah yang beragam dan berbeda. Hal ini sangat bermanfaat untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman pertanian (Hortikultura). Kembalinya produksi Pupuk Organik ini diharapkan dapat memberi kontribusi banyak terhadap para petani, khususnya jika nantinya akan diadakan penugasan langsung oleh pemerintah terkait produksi Pupuk Organik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *