Masa Depan Pangan

Kedaulatan Pangan

Persoalan Pangan menyangkut ketahanan, kedaulatan (keberlanjutan) pangan diatas pendidikan, kesehatan, kemiskinan, menegaskan bahwa masa depan pangan bukan hanya menyangkut urusan perut, tapi bernilai social budaya, ekonomi, polotik yang sangat strategis. Eksistensi pangan kedepannya bukan lagi sekedar pemenuhan kebutuhan, tapi akan menjadi tolak ukur “kemerdekaan” sebuah Negara.

Sejarah mencatat bahwa krisis pangan memiliki andil besar dalam keruntuhan peradaban kuno, baik Mesopotamia, Mesir, Yunani, Romawi (Ibn Khaldun,2000).

Sebagai sebuah Negara dengan kekayaan Sumber Daya Alam, Indonesia seharusnya menyadari pentingnya ketahanan dan kedaulatan pangan. Kenapa masa depan pangan begitu diperhitungkan dan dipertaruhkan?

Analisis Boston Consulting Group (BCG) menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melonjak pada periode 2020-2030 seiring dengan terjadinya pertumbuhan penduduk. Secara geopolotik Indonesia dituntut mandiri dan berdaulat pangan, karena “pengendalian pangan” oleh korporasi dan “invasi kolonisasi baru” yakni perang pangan (Food War) dan kolonisasi pangan.

Perang pangan dapat dikaitkan dengan perang masa depan lainnya (Proxy War) yang juga akan mengancam kedaulatan bangsa. Perang pangan menciptakan krisis dan pengendalian atas pangan. Pangan akan diproduksi secara industry melalui eksploitasi sumberdaya, lahan, air, dan manusia tetapi hasilnya dikuasai dan dikendalikan asing.

Oleh karena itu investasi pangan mutlak menjadi prioritas komunitas petani dan korporasi Negara (BUMN) yang bersifat otonom dan steril dari modus kolonisasi.

Ketahanan dan kedaulatan pangan adalah ketahanan dan kedaulatan Negara

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *