Angin Segar Industri Agribisnis

PT. Pertani (Persero)

Pertanian Negara Indonesia

Angin Segar Industri Agribisnis  

Pertanian Negara Indonesia mendapat kabar baik baru-baru ini. Terkait dengan industri dalam sector pangan dari Gabah dan Beras yang mengalami kenaikan harga jual. Sebagai salah satu perusahaan pemerintah (BUMN) yang bergerak di sector Agribisnis, PT. pertani (Persero) menyambut baik kabar tersebut. Pasalnya hal itu akan menjadi penopang dan pendongkrak omset perusahaan. Harga gabah dan bahan pokok yang menjadi acuan mengalami peningkatan. Namun bukan berarti harga beras dan bahan pokok yang sampai kepada masyarakat Indonesia sebagai konsumen utama PT. Pertani (Persero) mengalami kenaikan. Melihat dari segmen pasar, Pertani memperluas cakupannya melalui variant produk yang dihasilkan. Menggunakan teknologi yang terbilang sangat modern, Pertani menjaga kualitas dari hasil panen hingga sampai ke konsumen masyarakat Indonesia.

Dengan standart cukup tinggi, untuk kandungan kadar air kurang dari 14% (kadar air maximum 14%) berdampak pada jangka waktu penyimpanan yang cukup lama. Kadar air berpengaruh pada pelapukan dan jamur yang menjadi perusak Gabah Kering Giling (GKG) sebelum diolah dengan mesin hingga menjadi beras siap konsumsi.

Tantangan Sektor Agribisnis

Persoalan seperti hama, lahan suboptimal, dan kurangnya kadar air (kekeringan) menjadi hambatan dalam industry pertanian. Mengatasi masalah dan hambatan tersebut, PT. Pertani (Persero) memiliki produk pupuk yang terdiri dari unsur hara yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. “Tanah yang subur memiliki kandungan unsur hara tinggi, PH netral, tekstur lempung, terdapat organisme tanah, dan mengandung unsur mineral. Sebab jika kita bicara soal bertani dan menanam, kita bicara soal mahluk hidup” tutur bpk.Ir. Edward Sam selaku Kadiv. Pemasaran dan Pengembangan dalam seminar pembekalan pada hari Senin, 16 September 2019 terkait pembahasan seputar produk Tani di Ruang Rapat Padi, Gedung Graha Gabah, Kantor Pusat PT. Pertani (Persero) Jakarta Selatan.

Seminar pembekalan seputar Pertani yang diberikan oleh bpk.Edward sekaligus memberi pencerahan bagi pertanian Indonesia. Pasalnya sebagian besar tanah yang ada diwilayah Nusantara memiliki tingkat kesuburan yang rendah. Hal itu diperparah dengan kondisi alam yang kurang bersahabat bagi para petani akhir-akhir ini. Kecenderungan gagal panen dapat dicegah melalui pemberian suplemen dan pupuik bagi tanah untuk meningkatkan produktifitasnya.

Salah satu produk terbaik dalam pencegahan gagal panen adalah PROCAL. Pertani menyediakan procal sebagai pembenah tanah majemuk yang meningkatkan unsur hara serta menetralkan PH tanah. Hal tersebut dibuktikan melalui percobaan langsung yang dilakukan di Ruang Rapat Padi dalam seminar pembekalan oleh bpk.Edward di gedung Graha Gabah.

Angin Segar Bagi Industri Agribisnis

Tantangan dalam sektor Agribisnis mendapat jawaban dari Pertani. Tingkat permintaan pasar dan kebutuhan yang kian meningkat, serta harga jual yang kian membaik menjadi peluang bisnis angina segar bagi PT. Pertani (Persero). Industry Agribisnis yang telah lama dijalani oleh Pertani mendapat angin segar dari berita tersebut.

Peningkatan harga jual Gabah dan Beras sebagai bahan pokok untuk pangan di Indonesia menjadi peluang bisnis yang baik, terlebih bagi PT. Pertani. Peningkatan produksi dari produk-produk andalan Pertani akan ditingkatkan, kualitas yang sudah sangat baik akan dijaga, dan pangsa pasar akan diperluas, mengingat peluang bisnis sangat terbuka lebar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *